H. Usman M.kes dan Disporapar Sidoarjo Monitoring Situs Candi Majapahit di Pamotan dan Lemah Duwur

SIDOARJO | JWI – Komitmen melestarikan warisan budaya terus ditunjukkan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo. Anggota DPRD Komisi D, H. Usman Mkes, bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, melakukan monitoring dan survei langsung ke dua situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit, yakni Candi Pamotan dan Candi Lemah Duwur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata berbasis sejarah dan budaya yang tersebar di wilayah Sidoarjo, sekaligus langkah awal dalam menyusun konsep “Jelajah Candi Majapahit”.Minggu, (20/7/2025).

Candi Pamotan terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Porong. Situs ini berdiri di tengah-tengah permukiman padat penduduk. Meski terhimpit modernitas, Candi Pamotan menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi dan menjadi bukti nyata jejak kejayaan Majapahit di tanah Delta.

Sementara itu, Candi Lemah Duwur yang berada tak jauh dari lokasi sebelumnya, menawarkan suasana yang kontras. Berada di tengah hamparan sawah dengan latar Gunung Penanggungan, situs ini memancarkan aura spiritual dan ketenangan alami yang potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan tempat healing.

H. Usman M.kes menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap pelestarian situs-situs sejarah, tidak hanya sebagai artefak masa lalu, tetapi juga sebagai sumber edukasi, kebanggaan daerah, dan potensi ekonomi kreatif.

“Warisan budaya ini bukan hanya milik masa lalu. Ini adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga dan rawat bersama. Candi-candi ini bisa menjadi ruang pembelajaran sejarah, destinasi wisata budaya, bahkan sarana pengembangan spiritual,” ujar H. Usman di konfirmasi melalui tilpun whatsappnya.

Survei ini juga menjadi bahan evaluasi awal terkait kondisi fisik situs, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur penunjang jika nantinya dimasukkan dalam jalur wisata tematik berbasis sejarah Majapahit.

Disporapar Sidoarjo pun menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar dan komunitas pelestari budaya, guna mengangkat kembali potensi wisata sejarah yang selama ini belum tergarap maksimal.

Dengan langkah ini, Kabupaten Sidoarjo diharapkan tak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan UMKM, namun juga sebagai wilayah yang kaya akan jejak sejarah dan peradaban Nusantara. ( * ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *