Anita Wanodiya: Dari Arena PON Menuju Panggung Literasi Sekolah

SIDOARJO | JWI – Energik, ceria, dan penuh semangat, itulah kesan pertama yang terpancar dari sosok Anita Wanodiya Kurnia, kepala sekolah muda yang kini dikenal sebagai motor penggerak literasi di lingkungan pendidikan dasar Sidoarjo. Namun siapa sangka, jauh sebelum meniti karir sebagai pendidik, Anita pernah berlaga di pentas nasional sebagai atlet hoki mewakili Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI tahun 2004 di Palembang, Sumatra Selatan.

Lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu memang sempat menekuni dua cabang olahraga sekaligus hoki dan pencak silat. Namun pilihannya jatuh pada hoki yang kemudian membawanya menorehkan prestasi di kancah nasional.

“Saya lebih memilih fokus di olahraga hoki,” ujar perempuan kelahiran Tuban, 21 Juni 1983 ini.

Perjalanan hidupnya pun berbelok arah. Usai mengabdi sebagai guru di kampung halamannya di Tuban, Anita kemudian diterima sebagai guru PNS di Kabupaten Sidoarjo. Selama 12 tahun, ia mengajar sebagai guru PJOK di SDN Kebonsari, Kecamatan Candi, sebelum akhirnya dipercaya memimpin SDN Karangtanjung, dan kini menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Sidodadi.

Meski berlatar belakang olahraga, semangatnya di dunia literasi tak kalah menggelora. Ketertarikan itu tumbuh saat pandemi melanda, saat ia mengikuti pelatihan menulis daring bersama MediaGuru dan para pegiat literasi dari berbagai daerah.

“Awalnya ikut kelas online bersama teman-teman dari Sumatra Barat. Eh, malah keterusan nulis sampai sekarang,” kenang ibu dua anak ini.Selasa,(29/7/2025).

Dari kebiasaan menulis itu, lahirlah sejumlah karya tulis inspiratif. Beberapa buku tunggal yang telah diterbitkannya antara lain; Love to My Lovely Life (2022), Ucapkan Permisi (2023), Bilang Mohon Maaf (2023), hingga Asyiknya Belajar PJOK SD dengan TTS (2023). Ia juga terlibat dalam puluhan buku antologi bersama para guru penulis dari berbagai daerah.

Tak berhenti di situ, Anita juga menelurkan inovasi jurnalistik di lingkungan sekolah. Saat memimpin SDN Karangtanjung, ia meluncurkan majalah digital sekolah “AKSA” pada 2023. Gebrakan serupa ia lanjutkan di SDN Sidodadi dengan meluncurkan majalah digital “JENGGALA” yang edisi perdananya resmi rilis pada 20 Februari 2025.

Atas dedikasinya, Anita diganjar penghargaan sebagai penggiat literasi daerah dalam ajang Temu Nasional Guru Penggerak (TNGP) pada 2023 di Jakarta dan 2024 di Bukittinggi.

“Alhamdulillah, saya hanya ingin memotivasi seluruh warga sekolah, terutama para siswa agar menjadi anak-anak unggul, cerdas, dan mandiri. Literasi harus terus digaungkan,” tegasnya.

Tak hanya piawai menulis, Anita baru saja menyelesaikan pendidikan S-2 PJOK di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, dengan predikat mahasiswa terbaik. Ia bahkan berhasil menerbitkan buku panduan hasil tesisnya berjudul Senam Irama Pelajar Pancasila, sebagai wujud kolaborasi antara olahraga dan literasi dalam dunia pendidikan.

(Eko Prasetyo) 

Editor JWI : Sugi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *