Ayunda Goba Maksum, Penggerak Dangdut Muda dari Sidoarjo

SIDOARJO | JWI – Di balik gemerlap musik dangdut yang terus bersinar di hati masyarakat Indonesia, ada sosok yang kini memilih berdiri sebagai pembina dan penggerak. Dia adalah Ayunda Goba Maksum, seniman dangdut asal Sidoarjo yang kini mengabdikan diri untuk membentuk generasi baru dalam dunia hiburan.

Dengan latar belakang sebagai mantan artis dangdut profesional, Ayunda Goba Maksum tak ingin kesuksesannya berhenti pada panggung pribadi. Ia kini menjabat sebagai Ketua Paguyuban Insan Dangdut Jawa Timur dan juga Wakil Ketua DPC PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia) Kabupaten Sidoarjo. Melalui kedua wadah ini, Goba menjalankan misi besar, mencetak seniman dangdut muda yang berbakat, berkarakter, dan membanggakan daerah.

“Saya ingin para remaja punya arah dan tempat untuk berproses dalam seni, bukan sekedar mengejar popularitas, tapi benar-benar memahami nilai budaya dan etika profesi,” ujar Goba penuh semangat saat di konfirmasi crew JWI.Jumat, ( 25/7/2025).

Melalui program pelatihan, pembinaan, dan showcase yang digagasnya, Ayunda Goba telah mengantarkan ratusan artis muda meniti karier, baik di panggung lokal, daerah, hingga nasional.

Sidoarjo, Kota Delta yang Punya Denyut Seni

Langkah Goba sejalan dengan denyut seni budaya yang selama ini hidup di Sidoarjo. Kota yang dikenal sebagai Kota Delta ini tak hanya dikenal lewat bandeng dan kerupuk udangnya, tapi juga memiliki kekayaan seniman dan komunitas seni yang aktif serta menginspirasi.

Beberapa figur dan kelompok yang ikut menjaga nyala seni di Sidoarjo, antara lain;

Munali Fatah, maestro tari Remo dan tokoh ludruk yang legendaris.

Sanggar Tanah Jawa, komunitas seni lukis yang konsisten berkarya.

Padepokan Akar Rumput, pusat seni rupa dan edukasi kreatif.

Sanggar Sungging Salaka, aktif di bidang teater dan seni rupa kontemporer.

Seniman perempuan, seperti Titik Purwanti, yang aktif mengembangkan seni dan budaya berbasis perempuan dan keluarga.

Kampoeng Seni Sidoarjo, tempat berkumpulnya seniman lintas disiplin, yang kini perlu dukungan untuk hidup kembali.

Jenis kesenian yang berkembang pun beragam, mulai dari tari kontemporer Wonderland Sidoarjo, Jaranan Laras Gumelar Mahardika, Macapat Gagrak Sidoarjo, hingga dagelan khas Ludruk Baladsa.

Dari Sidoarjo untuk Indonesia

Ayunda Goba Maksum percaya, bahwa seni tak boleh berjalan sendiri. Ia butuh ruang, dukungan, dan ekosistem yang kuat. Ia berharap pemerintah daerah dan semua pihak turut memberikan dukungan nyata, bukan hanya seremonial, agar seniman bisa tumbuh dan berkembang.

“Seniman adalah urat nadi budaya. Mereka harus punya tempat untuk berkreasi, berinovasi, dan menginspirasi,” tegasnya.

Dengan semangat itu, Goba ingin menjadikan Sidoarjo tak hanya dikenal sebagai kota industri dan kuliner, tapi juga sebagai kota seniman, kota yang melahirkan talenta-talenta membanggakan di panggung nasional. ( * ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *