Wabup H. A. Khafidh Buka Muscablub Kwarcab Gerakan Pramuka Merangin

MERANGIN | JWI – Wakil Bupati Merangin, H. A. Khafidh, secara resmi membuka Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Merangin, pada Senin (21/7/2025).

Mewakili Bupati H. M. Syukur selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang yang berhalangan hadir karena menghadiri peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Sido Harjo, Kecamatan Tabir Lintas, Wabup Khafidh menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Bupati kepada seluruh peserta Muscablub.

“Saya merasa bangga kepada seluruh dewan kerja dan kader Gerakan Pramuka Kabupaten Merangin, yang selalu bersemangat dalam menjalankan kiprah dan tanggung jawabnya,” ujar Kak Khafidh, sapaan akrab Wabup, dalam sambutannya.

Muscablub digelar untuk memilih Ketua Kwartir Cabang definitif, menyusul kepindahan Kak Agus Zainudin ke Kota Jambi. Untuk sementara, posisi Ketua Kwarcab dijabat oleh Muhammad Chaidir sebagai Pelaksana Tugas.

“Siapa pun yang terpilih nanti, saya harap dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya dalam mendukung pembangunan mental generasi muda dan karakter kebangsaan,” imbuhnya.

Wabup menekankan pentingnya keberlanjutan program dan kegiatan Pramuka melalui kepemimpinan yang solid dan memiliki visi ke depan. Ia juga menyoroti pentingnya perawatan Bumi Perkemahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan pembinaan generasi muda.

Di hadapan para pembina dan kader Pramuka, Kak Khafidh juga menyinggung tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya terkait bahaya narkoba. Ia mengajak seluruh elemen Gerakan Pramuka untuk mengambil peran aktif dalam membangun benteng moral generasi penerus bangsa.

“Merangin memiliki banyak pesantren. Sangat kontradiktif jika generasi kita sampai terjerumus pada narkoba. Di sinilah pentingnya peran Pramuka dalam membina mental dan karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wabup juga mengingatkan bahwa saat ini kondisi keuangan pemerintah, baik pusat maupun daerah, sedang mengalami tekanan akibat penyesuaian anggaran. Namun ia tetap optimis bahwa sinergitas antara Pramuka dan pemerintah dapat menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan pembangunan, meski dengan keterbatasan.

“Mari bersama-sama kita buktikan bahwa semangat gotong royong dan pembinaan karakter tetap berjalan, meskipun dengan anggaran yang terbatas,” pungkas Kak Khafidh. (Saril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *