Wabup Mimik Idayana Perkuat Kolaborasi DLHK–Sungai Watch, Sampah Sungai Sidoarjo Diangkut ke TPA Jabon

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo memperkuat kerja sama bersama komunitas lingkungan Sungai Watch.

Dorongan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Sidoarjo dalam menekan volume sampah plastik sungai yang selama ini banyak berakhir di laut. Menurut Wabup Mimik, kehadiran Sungai Watch di Kota Delta menjadi mitra strategis dalam upaya penanganan persoalan lingkungan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, Sidoarjo mendapat dukungan dari Sungai Watch. Ini kolaborasi yang sangat baik untuk menangani sampah plastik yang selama ini banyak berakhir di laut,” ujar Mimik.

Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo siap mendukung perluasan program pembersihan sungai hingga menjangkau lebih banyak kecamatan.
“Kalau bisa, ke depan setiap kecamatan ada gerakan seperti ini. Kita harus bersama-sama mendukung demi lingkungan yang lebih bersih,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Sungai Watch telah berjalan aktif sejak 2025 melalui berbagai kegiatan pembersihan sungai di sejumlah wilayah.
“Program Sungai Watch ini sangat membantu kami. Sampah hasil pembersihan sungai langsung kami angkut ke TPA Jabon. Sepanjang 2025, total sekitar 2.015 ton sampah sungai sudah kami tangani,” ujar Arif, Jumat (30/1/2026).

Arif menjelaskan, sampah yang diangkut tidak langsung ditimbun, melainkan dipilah terlebih dahulu bersama tim DLHK. Selain sebagai langkah korektif, kolaborasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Untuk langkah pencegahan jangka panjang, DLHK terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, termasuk melalui edukasi lingkungan sejak usia dini.
“Kami sedang menyiapkan kurikulum lingkungan untuk siswa SD dan SMP agar sejak dini mereka paham pentingnya menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.

DLHK juga mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce–Reuse–Recycle (TPS3R) di tingkat desa dan kelurahan guna mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Sungai Watch Pasang 23 Jaring Sampah di Sidoarjo

Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, mengatakan pihaknya mulai aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024. Hingga kini, telah terpasang 23 jaring penangkap sampah di sejumlah kecamatan.
“Jaring kami terbuat dari pipa PVC yang mengapung. Tim kami yang berjumlah 18 orang bekerja setiap hari membersihkan sampah agar tidak mengalir ke laut,” kata Gary.

Sepanjang 2025, Sungai Watch Sidoarjo mencatat telah mengumpulkan sekitar 250 ton sampah plastik dari sungai. Sampah tersebut kemudian disortir menjadi lebih dari 30 jenis sebelum diproses lebih lanjut.
Beberapa wilayah yang telah menjadi titik pemasangan jaring antara lain Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman. Pada 2026 ini, Sungai Watch berencana memperluas jangkauan hingga wilayah Wonoayu dan Krian.

Selain pembersihan rutin, Sungai Watch juga secara berkala menggelar aksi bersih sungai skala besar setiap pekan dengan melibatkan ratusan relawan.
“Kalau tidak dihentikan dari sungai, sampah akan terus sampai ke laut. Peran masyarakat sangat besar untuk menghentikan ini,” pungkas Gary.

Reporter : Sugi
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *